Langsung ke konten utama

Start a collection!

macem-macem kan???
boneka dan buku











As far as I know, aku mungkin kalau dilihat nggak punya ke-khas-an. Kok gitu?? Si A misalnya suka Doraemon, semua semuanyaaa doraemon. Dari mulai baju, boneka, sprei, atribut kamar, semua-semuanya doraemon. Begitu pula dengan si B yang suka pink, hampir semua miliknya warnanya pink. Juga si C yang suka all about Korea, dari lagu, koleksi film, semua-semuanya berbau Korea. Aku??? Labil!! haha.. Dulu aku suka Sailormoon, pas udah nggak musin, ganti Tweety, pas lagi musimnya Winnie The Pooh, semua-semuanya piglet... Nggak ada ke-khas-an karena aku sering gonta ganti apa yang aku koleksi. Sempet juga ngidolain Kaka, tapi sekarang di saat Kaka sudah tidak bersinar, aku tidak setia dan malah udah nggak pernah nonton bola. Haha. Gimana niihh?? Sejauh yang aku lihat, teman-temanku tahu kalau aku koleksi babi (dari mulai boneka yang sampai lemarinya nggak muat, pulpen, kipas, celengan, pin, pokoknya babi babi babi dan babi semua..), juga aku yang suka warna merah. Dikiranya aku suka pink karena semua babiku pink dan kebetulan sprei kamar kos juga benda-benda di dalamnya kebanyakan pink. Tapi sebenarnya aku suka merah maroon. Hmmm.. Tapi aku nggak maniak maniak banget juga sihh... Tergantung moodku.. Makanya aku suka bingung kalau misalnya desain atau bikin sesuatu yang mencirikan itu kita, aku nggak tahu... Bisa berubah sesuai moodku...
Menurut kalian bagaimana??? What should I do??

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Denting Piano untuk Grandma Bersama Jyoti

Blog post ini dibuat dalam rangka mengikuti Proyek Menulis Letters of Happiness: Share your happiness with The Bay Bali & Get discovered! Pirates Bay Bali Bebek Bengil http://www.thebaybali.com/ Waktu yang kini menjawab cerita cinta. Semua berlalu dan pergi dari tempatnya bersemayam selama lebih dari empat tahun. Kali ini aku merasakan yang orang katakan bahwa dunia tidak adil. Aku menangis bukan karena aku memerlukannya lebih, bukan karena aku mau dia kembali padaku, tetapi karena akhirnya aku menyadari bahwa kini aku terpaksa harus mempelajari cara melepaskannya pergi.        Jonas mengajakku kencan makan malam romantis. Aku berdandan secantik mungkin. Siapa yang tak ingin kelihatan sempurna di malam yang diimpikan semua gadis yang akan bertemu kekasih pujaannya. Aku ingin dia merasa bangga mempunyai aku sebagai kekasihnya.         Dia membukakan pintu mobil, menggandengku dan memintaku d...

Nilai Psikologis dan Filosofi Nama Anak

          Memberi nama anak terkadang menjadi hal yang membingungkan bagi beberapa orangtua. Bukan karena sulit, tetapi ingin memberi identitas terbaik bagi anak mereka yang dapat dipakai seumur hidup. Terbaik di sini dapat berarti luas. Oleh karena itu diperlukan pemikiran matang-matang yang dapat mencerminkan harapan orangtua kepada anak dalam pemilihan nama.     “Nama adalah doa”, begitulah kata pepatah yang sudah sering kita dengar. Banyak orangtua memberi nama anak mereka berdasarkan saran dari orangtua, mengambil dari nama idola, meniru nama tokoh-tokoh dunia yang berpengaruh, atau mencari nama anak yang paling unik dan modern.       Jenis kelamin, budaya, kepercayaan, profesi orangtua, bulan lahir, kombinasi nama ayah dan ibu, juga lingkungan adalah beberapa contoh latar belakang memberi nama anak. “Anakku namanya Melodi, nih!”, contoh nama anak dengan orangtua yang berprofesi sebagai musisi. “Kalau anak temanku namany...

Mother, now! Berbagi Ilmu Parenting

     Nggak terasa di tahun 2020 ini ternyata saya sudah menjadi seorang ibu. Tidak mudah mendapatkan kehamilan setelah 1 tahun menikah, perlu program bersama dokter spesialis kandungan dan barulah saya hamil.      Anak pertama saya perempuan, yang lahir 2 Juni 2020 melalui persalinan normal. Ketika melalui proses persalinan, ternyata kuasa Tuhan begitu terasa karena saya masih hidup di tengah gelombang cinta yang begitu menyakitkan. Seakan-akan tidak mampu melewatinya. Tetapi ternyata saya dan putri saya bisa melaluinya. Kami berdua sehat.      Orangtua adalah pendidikan pertama untuk anak-anak. Kenapa? Karena orangtua adalah orang yang pertama dan paling utama dilihat oleh anak-anak yang nantinya sikap dan perilakunya akan ditiru oleh anak mereka. Orangtua juga memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap perilaku anak dalam sehari-hari. Tidak hanya ibu, tetapi ayah juga turut berperan penting dalam memberikan pendidikan untuk anak-anak merek...