Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label story

Sunny #2

Tahun ke-dua setelah aku di wisuda, aku bertemu seorang berkebangsaan Spanyol sebagai rekan kerja. C harming ! Ku tahu dari majalah kalau George hampir serupa dengan salah satu yang bersinar di Moto GP, Dani Pedrosa. George selalu memakai kacamata hitamnya diatas kepala seperti bandana yang semakin menyedot perhatian para wanita.             Entah mengapa dan tak juga butuh waktu lama, George menyatakan cintanya. Perasaanku norak sekali waktu itu. Hampir tak percaya menjadi penyatu planet Bumi bagian Indonesia dan Spanyol di antara banyak wanita yang be rotasi mengelilinya. Bintang itu memilih wanita berambut singa dengan kulit sawo matang yang Indonesia banget dan hidung yang tak tumbuh ke depan dengan sempurna. Ya, aku menyadari bahwa aku pesek . Aku juga pendek dan butuh mata ketiga untuk membantu penglihatanku yang kabur. Umur 27 aku dilamar George di depan Daddy dan Ibuk. Orang-orang biasa memanggil “Pak Copernicus” tap...

Sunny #1

Tak bisa ku hitung di ketinggian berapa kumpulan gas hidrogen dan helium yang menjelma menjadi bola raksasa itu berpose di sebuah titik koordinat . Yang jelas sangat tinggi dan berpijar dengan penuh semangat. Terik sekali. Sudah mirip anjing yang sedang terkapar di lantai sambil menjulurkan lidah sesekali dan berkipas ria sambil meneguk air mineral bersuhu entah 0 atau bahkan minus berapa tak ku tahu. Yang pasti inilah yang ku namakan “Surga Dunia”.             Siang itu benar-benar panas, mungkin efek pemanasan global . Setidaknya istilah itu sedang booming tanpa ku tahu pasti bagaimana dan seperti apa, ikut-ikut saja mengucap “ global warming ”. Walaupun namaku Sun, tapi tak pernah sedikitpun bisa bersahabat dengan si sumber energi itu. Sekali lagi, aku sangat sensitif menyebut istilahnya secara vulgar. Karena aku alergi. Banyak fakta yang sudah teman dan keluargaku ketahui, bintik-bintik merah akan muncul di kulitku yang...

Cinta dan Benci

Yang ini juga nemu..hihi...              Ini adalah hari pertama Sisi masuk sekolah baru. Ia dan keluarganya baru saja pindah dari Bandung. Di Jakarta ini, ia berniat mencari teman lamanya.             Sisi pernah tinggal di Jakarta saat ia berumur 3 - 5 tahun. Dan sekarang ia telah berumur 17 tahun. Saat ayahnya pindah tugas, ia pun mengikuti ayahnya ke Bandung. Kali ini, ia kembali lagi ke Jakarta.             Sewaktu di Jakarta, Sisi pernah mempunyai teman bermain bernama Bimo. Sekarang, Sisi berniat mencari Bimo kembali.             Di sekolah, terlihat Bimo sedang berjalan bersama teman-temannya. Anton dan Gery. Tapi dari arah berlawanan, Sisi lari terburu-buru karena sebentar lagi bel berbunyi. Dan tanpa sengaja, ia pun menabrak Bimo.    ...

Hanya Mimpi

 Wah, lagi ngobrak abrik laptop malah dapet tulisanku zaman dulu yang seingatku pernah nangkring di salah satu halaman majalah sekolah pas SMA. hihi... Pas baca lagi kesannya lucu deh tulisanku dulu... Judulnya "Hanya Mimpi".. Aku berlari secepat mungkin karena harus sampai ke sekolah pagi-pagi untuk mengerjakan PR. Tak sempat sarapan. Hanya dapat menyambar roti tawar isi selai buatan mama.             “Tidak sarapan, Ndra?” Tanya mama.             “Telat bangun, Ma… Jadinya buru-buru. Berangkat dulu, Ma.” Pamit Indra dengan mulut penuh roti.             “Hati-hati…” pesan mama.             Indra segera berlari ke ujung gang untuk menunggu bis ke arah sekolahnya.             Indra berkali-kali melirik jam ya...

Lani

“Aku nggak tahan, Nin! Aku sangat lelah dengan semua ini!” ujar Lani, sahabatku.             “Iya, Lan, aku paham. Tapi kamu harus kuat! Walaupun mereka bukan pasangan yang baik, mereka tetap orangtua terbaikmu.” kataku memberi pengertian kepada Lani.

Dilema

Hidup adalah sebuah pilihan. Dan pilihan itu sendiri adalah salah satu dari banyak tantangan hidup yang harus kita hadapi.             “Hey, sini-sini! Ayo kita foto dulu!” teriak Angel yang membuyarkan lamunanku.             “Ya… Ayo kita foto!” tambah Asti.             ”Di sana saja! Latar belakangnya lebih sip...” imbuh Aiya.             Yah, mereka sahabat-sahabatku. Angel, Asti, dan Aiya. Aku sangat menyayangi mereka karena aku bahagia bersama mereka. Banyak pengalaman baru yang ku dapatkan selama berkawan dengan mereka.             Bila kami berkumpul, satu yang kita dapatkan, lelah tertawa. Selalu saja ada bahan yang menciptakan tawa sampai kami sendiri pun lelah untuk tertawa.      ...