Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label poem

Dua yang Terpisah

Semu dan Nyata Satu tidak menghasilkan namun memantul.. Dan yang lain mampu menghasilkan pijarannya sendiri... Salah satu adalah Proxima Centauri... Sepenuhnya konvektif... Helium yang dihasilkan melalui  fusi termonuklir  hidrogen tidak terakumulasi di inti, tetapi diedarkan ke seluruh sesamanya... Konveksi ini berhubungan dengan medan magnet.. Namun dia salah satu dari sesamanya yang dekat dengan Bumi... Menghasilkan penjelajahan antar sesamanya.. Centauri dan Bumi bedekatan, tapi tetap dua yang terpisahkan... Karena d i antara sesamanya, Proxima Centauri adalah yang terdekat dengan si sumber proses fotosintesis... Mereka pun dua yang terpisah... Tak mungkin menyatu... Itulah bintang, bumi dan matahari... Kamu, aku dan dia... Tiga titik yang tak saling terhubung cinta... Titik yang tak akan pernah menjadi garis apalagi segitiga... Meski tak pernah satu, kau tetap bintangku... Meski kamu juga memilih dia yang tak juga dapat kamu miliki sebagai matahari........

Kartini

April... Identik dengan perjuanganmu di masa lampau... Memajukan wanita agar menjadi sepadan dengan kaum adam... Yang kini kami rindukan dan peringati... Ibu Kartini... Ibu bangsa... Ibu bumi pertiwi... Ibu Indonesia...

Rindu akan pelangi...

Terakhir ku lihat beberapa bulan yang lalu.. Ketika anganku melayang di alam bawah sadar.. Duduk mematung di sebuah tembok yang tinggi.. Kala itu aku amat bermuram karena dirundung kesepian.. Dengan pandangan kosong ku tatap langit mendung.. Tiba-tiba rintik air membuat lamunanku tersadar.. Hingga aku memandangi dari tempat yang terlindung dari hujan.. Tak lama kemudian ku lihat pemandangan indah.. Berwarna warni di bekas langit mendung.. Pelangi... Kini entah mengapa aku kembali rindu akan pelangi.. Pemandangan indah favoritku sejak kecil.. Lihat! Itu pelangi! Begitu seru bapak.. Sejak itu aku menyukai pelangi.. Ada setelah langit mendung.. Namun tak setiap habis hujan reda bisa ku lihat.. Seperti harapan yang tidak semua terwujud.. Aku suka pelangi.. Aku suka pelangi karena bapak.. Aku merindukan pelangi.. Merindukan saat-saat dua berdua melihat pelangi bersama bapak..

K.A.M.U

Ketika kamu datang dengan senyummu Aku tak kuasa menahan segala rasa Mulai bergejolak hati ini Ungkap segala rasa bahwa aku jatuh cinta      Kamu menggodaku dengan canda, perhatian dan sosokmu yang charming      Aku pun menyadari itu semua hingga meyakinkanku untuk berani mencintaimu      Mencintaimu yang tak akan pernah ku sesali      Untuk kapanpun... Kemudian kau datang dan semakin ku kenal Aku semakin mencintai dan takut kehilangan dirimu Menyatakan semua yang kau rasa Ungkap semua yang kita rasa       Kamu dan aku...       Amat bahagia...       Menjalani hari-hari bersama...       Untuk selamanya... untukmu yang tak pernah lelah kucintai..