.:astian golden blog:.

dimana X dan Y adalah koordinat spasial...

Kamis, 03 April 2014

Denting Piano untuk Grandma Bersama Jyoti

Blog post ini dibuat dalam rangka mengikuti Proyek Menulis Letters of Happiness: Share your happiness with The Bay Bali & Get discovered!

Pirates Bay Bali

Bebek Bengilhttp://www.thebaybali.com/













Waktu yang kini menjawab cerita cinta. Semua berlalu dan pergi dari tempatnya bersemayam selama lebih dari empat tahun. Kali ini aku merasakan yang orang katakan bahwa dunia tidak adil. Aku menangis bukan karena aku memerlukannya lebih, bukan karena aku mau dia kembali padaku, tetapi karena akhirnya aku menyadari bahwa kini aku terpaksa harus mempelajari cara melepaskannya pergi.
      
Jonas mengajakku kencan makan malam romantis. Aku berdandan secantik mungkin. Siapa yang tak ingin kelihatan sempurna di malam yang diimpikan semua gadis yang akan bertemu kekasih pujaannya. Aku ingin dia merasa bangga mempunyai aku sebagai kekasihnya.
       
Dia membukakan pintu mobil, menggandengku dan memintaku duduk di atas kursi berbentuk bunga mawar dengan lilin-lilin yang menyempurnakan. “Tempat ini indah sekali, Jon. Gerbangnya, kerlap kerlip lampunya, suasananya yang romantis, elegan dan tenang. Juga dekorasinya yang dipenuhi bunga menjadikan tempat ini tampak seperti taman. Aku menyukainya, Jon. Aku amat menyukainya.”

Sabtu, 08 Juni 2013

Aku Ingin Jogja Selalu Berbudaya

Memanjakan para pengolah obyek tiga dimensi dalam medium dua dimensi di atas canvas. Bagi kubisme, romantisme dan penganut aliran lain, Parangtritis, Malioboro, pasar Beringharjo, Kantor Pos, Senisono,    Ngasem juga Vredeburg adalah surga eksplorasi imajinasi mereka. Sama halnya dengan para fotografer, engraver, penulis, orang-orang di dunia perfilman, bahkan pembuat lirik lagu. Seni, bentuk  bangunan, pakaian adat, kesamaan bahasa, ruang politik dan keberagaman agama adalah unsur budaya yang dimiliki masyarakat kota pelajar untuk mewujudkan Daerah Istimewa Yogyakarta di Pulau Jawa.

Pertumbuhan perekonomian Yogyakarta atau Jogja yang meliputi sektor pariwisata, investasi, industri, koperasi dan Unit Kerja Menengah, perikanan dan kelautan, pertanian, serta kehutanan dan perkebunan diharapkan seimbang dengan kebudayaan supaya seolah-olah hidup, tidak hambar dan kelestarian budaya tetap terjaga. Bahkan kebudayaan mempunyai peranan penting sebagai sarana untuk menggerakkan perekonomian bangsa. Produk hasil budaya yang berhasil diekspor ke berbagai mancanegara juga banyak yang berasal dari Jogja seperti motif, kain dan baju batik, kerajinan gerabah dari daerah Kasongan, dan banyak lagi karya dari seniman Jogja. Selain itu yang sangat terlihat adalah sektor pariwisata yang mampu mendatangkan wisatawan domestik maupun mancanegara sebagai motor kegiatan perekonomian Jogja akibat letak geografis yang menjadikan jarak antara lokasi objek wisata terjangkau dan mudah ditempuh.

Selasa, 14 Mei 2013

Sunny #2


Tahun ke-dua setelah aku di wisuda, aku bertemu seorang berkebangsaan Spanyol sebagai rekan kerja. Charming! Ku tahu dari majalah kalau George hampir serupa dengan salah satu yang bersinar di Moto GP, Dani Pedrosa. George selalu memakai kacamata hitamnya diatas kepala seperti bandana yang semakin menyedot perhatian para wanita.
            Entah mengapa dan tak juga butuh waktu lama, George menyatakan cintanya. Perasaanku norak sekali waktu itu. Hampir tak percaya menjadi penyatu planet Bumi bagian Indonesia dan Spanyol di antara banyak wanita yang berotasi mengelilinya. Bintang itu memilih wanita berambut singa dengan kulit sawo matang yang Indonesia banget dan hidung yang tak tumbuh ke depan dengan sempurna. Ya, aku menyadari bahwa aku pesek. Aku juga pendek dan butuh mata ketiga untuk membantu penglihatanku yang kabur.
Umur 27 aku dilamar George di depan Daddy dan Ibuk. Orang-orang biasa memanggil “Pak Copernicus” tapi aku lebih suka memanggil dengan sebutan Daddy karena nama Copernicus terkesan bule.