Ohh..teman-teman bloggerku sekalian yang imut-imut, manis-manis, unyu munyu, cantik-cantik, ganteng-ganteng, semua dehhh..hohoho... Saya sedang butuh jawaban atas pertanyaan "Bagaimana mengukur tingkat keegoisan?". Kenapa ya sedikit-sedikit ada yang marah bilang, "kamu egois..", "dasar egois!", "cuma mentingin kamu aja, egois!". Apaan sih ah??? Sebenernya egois itu yang gimana??? Pertanyaan ini cukup membuat saya galau dan resah (hahaha, bahasanyaa...). Intinya saya bingung, atau memang sudah egois stadium akhir kah kalau seorang merasa setiap yang dekat dengannya selalu mengatakan "kamu egois"??? Padahal dia sendiri pun merasa bahwa teman-temannya juga egois. Sebenarnya siapa yang egois? Bagaimana mengukur tingkat keegoisan seseorang?
Nice!!! Buku ke dua yang memuat cerpenku Seneng banget rasanya..hihi.. Judul: Sebening Hati Dewi Penulis: Syifa Enwa , Aisyah Lsety, Sunu RH, dkk Penerbit: PBGR Publisher Dicetak via Nulisbuku.com Harga: Rp.40.000; (free ongkir Indonesia) Kalau ada yang minat, bisa hubungi aku.. Setelah cerpen pertamaku "Bahasa Cinta" berhasil dibukukan (cek di sini) , sekarang giliran cerpen "Bintang Damon" yang juga berhasil dibukukan di kumcer Sebening Hati Dewi ini.. Aaa, senangnya... Awalan sebagai batu pijakan yang bagus untuk meraih cita-cita menjadi seorang penulis..ahihihi... Mohon dukungannya ya teman-teman semua... Walaupun masih penerbit indie ( belum di jual di toko buku nasional ) dan pembeliannya secara online, tapi rasanya seneng bangett... Paling nggak bisa jadi bukti kalau cita-citaku sebagai penulis nggak main-main..

egois,? Egois terjadi karena berhubungan dengan pihak laen, jadi untuk mengukur ke egoisan mu, sering2lah gaul alias dolan dengan orang yg berbeda paham, jika sama buat sedikit perbedaan,entah debat pendapat,ato cara pandang, dari situ siapa yang paling bisa mengalah,menahan keinginan diri sendiri, pembicara yang baik ialah pendengar yang baik,cukup ngetutke orang bicara bisa melatih untuk tidak egois... Jawa ne yo mung nge gong i tok...egois,? Egois terjadi karena berhubungan dengan pihak laen, jadi untuk mengukur ke egoisan mu, sering2lah gaul alias dolan dengan orang yg berbeda paham, jika sama buat sedikit perbedaan,entah debat pendapat,ato cara pandang, dari situ siapa yang paling bisa mengalah,menahan keinginan diri sendiri, pembicara yang baik ialah pendengar yang baik,cukup ngetutke orang bicara bisa melatih untuk tidak egois... Jawa ne yo mung nge gong i tok...
BalasHapuswawawawawaaa....nice!!!ternyata dibalik wajahmu yang suka menebar senyum, bijaksana sekali..hohoho...tengs mas..komentarmu apik ^^
BalasHapuspreeeeetttttttt.....weh dobel pos to...ckckckck
BalasHapuslhooohh..piye to, wong dipuji kok malah prat pret prat pret -,-"
BalasHapus