dimana X dan Y adalah koordinat spasial...

Minggu, 17 Februari 2013

Sunny #1


Tak bisa ku hitung di ketinggian berapa kumpulan gas hidrogen dan helium yang menjelma menjadi bola raksasa itu berpose di sebuah titik koordinat. Yang jelas sangat tinggi dan berpijar dengan penuh semangat. Terik sekali. Sudah mirip anjing yang sedang terkapar di lantai sambil menjulurkan lidah sesekali dan berkipas ria sambil meneguk air mineral bersuhu entah 0 atau bahkan minus berapa tak ku tahu. Yang pasti inilah yang ku namakan “Surga Dunia”.
            Siang itu benar-benar panas, mungkin efek pemanasan global. Setidaknya istilah itu sedang booming tanpa ku tahu pasti bagaimana dan seperti apa, ikut-ikut saja mengucap “global warming”. Walaupun namaku Sun, tapi tak pernah sedikitpun bisa bersahabat dengan si sumber energi itu. Sekali lagi, aku sangat sensitif menyebut istilahnya secara vulgar. Karena aku alergi. Banyak fakta yang sudah teman dan keluargaku ketahui, bintik-bintik merah akan muncul di kulitku yang cantik dan itu sangat gatal sekali. Namaku Sunny sebenarnya, tapi teman seperjuangan lebih suka memanggilku Sun, katanya karena aku sangat berjodoh dengan si bintang yang paling dekat dengan Bumi. Menyebalkan, sialan, dan beberapa umpatan lain yang harus di sensor.

            Terlalu banyak hal aneh yang menerpa hidupku yang super biasa ini, salah satunya dalam percintaan. Kenapa harus bagian ini yang ku ceritakan? Karena itu yang paling banyak menarik minat remaja kan? Ohh, maaf jika bukan. Sejak putus dari si dia yang ya sebut saja I, panjangnya Iiiiiiiii, aku seperti mati rasa untuk urusan hati. Entah sulit, entah tak mau, entah tak cocok atau bagaimana, yang jelas aku belum jatuh cinta lagi sampai sekarang. Kalau dihitung ya sudah sekitar akar dua puluh lima dengan satuan tahun.
            Karena sudah selama itu, banyak sobat yang mengutarakan keprihatinannya secara langsung, bahkan ada yang mati-matian menyusun rencana candle light dinner tanpa persetujuanku. Para sobat menyiapkan gaun merah jambu dengan bunga mekar di bagian pundak, lalu me-make-over aku dengan pasrah karena diancam tak akan lagi bersobat jika aku menolak.
            Hasilnya menurutku malah lebih mirip Dakocan (yakinkan dirimu searching dengan kata kunci “dakocan”) daripada Belle di kisah “Beauty and The Beast”. Bedak, lipstik dan blush-on ini terlalu tebal, gambar alisnya juga beda kiri dan kanan, tepatnya yang kiri lebih tinggi dan yang kanan lebih panjang. Shading untuk mengkamuflase ukuran hidungku yang sebenarnya malah terlihat terlalu tebal dan mengkilat. Bagiku yang buta soal menyulap wajah, aku tetap bisa memberi nilai 40 untuk diriku yang ku lihat di pantulan kaca. Berantakan! Tak perlu ku ceritakan rambutku. Lebih berantakan dari itu!
            “Nggaaaakkk maauuuuuuuu............ Dandanan macam apaaa iniiii?????” seketika aku berteriak setelah diam mengernyit mengamati senti demi senti riasan ala dakocan ini. Mengambil tisu sebanyak-banyaknya menghapus sisa permainan mereka. Barbie manapun akan menangis tersayat-sayat kalau tau dirinya dipermainkan seperti ini. Apalagi aku. Manusia! MA-NU-SI-YAAAA!!
            Andmincul, Meme dan Ernny akhirnya mengirimku ke salon terdekat yang ongkosnya paling murah. Prihatin hasilnya lebih mencurigakan karena nama salonnya “Cantik Kerlap Kerlip”. Andmincul atau si mincul itu nama sebenarnya Andhin, tapi ceritanya ngefans sama Le Min Ho dan Erward Cullen, alhasil jadilah Andmincul. Kalau Meme, memang begitu namanya. Sedangkan Ernny itu nama samaran si Rena yang tiap hari nyanyi lagunya The Script dengan Danny di posisi vokalis. Jadilah tiga manusia yang berpredikat sebagai sobatku.
            Kembali ke candle light dinner. Akhirnya dengan gaun tersebut di atas dan riasan seadanya, aku dikirim ke dimensi yang ku tak tahu karena di sana aku bertemu manusia culun tak berkacamata. Nggak jelek menurutku, rambutnya juga nggak klimis, tapi karena faktor NN akhirnya aku mengategorikan dia manusia culun.
            Lima menit berlalu begitu saja dan terasa amat sangat lama. Membosankan. Hening sekali. Krik krik suara jangkrik. Akhirnya aku berdehem memecah keheningan. Masih sama, malah semakin keras suara jangkriknya. Mencoba terbatuk-batuk sampai tersedak, dia hanya mringis menatapku.
            Aku kesal. Akhirnya aku memulai sapaan pertama dan bertanya nama,        “H-Hai... Nama kamu siapa?”.
            “Maikel.”
            Medok dan terpatah jelas tiga suku kata, terdengar  seperti “Mak-i-kel”. Dalam tawa, aku tetap memilih melambaikan tangan gagal uji nyali menghadapi si Maikel. Pulang dengan segumpal amarah siap mengamuk sobat se-kos-an-ku. Awas hati-hati! Sun berada di zona konvektif. Oiya aku lupa, NN yang aku bilang tadi adalah Nggak Nyambung!
            “Gimana enggak? Coba bayangin, bisa nggak bayangin? Praktekin sekalian deh kalau nggak bisa bayangin!” Aku terhenti mengatur napas. “Ditanya makan apa malah balik nanya, ditanya sukanya makan apa malah tanya ‘lha apa’, ditanya enak yang mana jawabnya ‘nggak tahu’. Cuma geleng-geleng pringas pringis, gimana cobaaa? Nggak ada feedback sama sekali!! Emang aku candle light dinner sama anak balita? Zona konvektif! Pendidihan kalau kalian mau tahu!
            Ketiganya bungkam. Lama-lama saling senggol satu dengan lainnya. Saling lirak lirik curi pandang. Sel-sel gas raksasa dalam tubuh terus bersirkulasi menyebabakan transfer energi. Aku tertidur.
            Berhari-hari tak ada interaksi. Tak ada canda tawa dikosan mungil kami yang selalu ber-aura hijau. Kedamaian. Tampak semua menyibukan diri masing-masing menghindari interaksi dan komunikasi. Akhirnya karena mendengar suara gas buangan yang sangat keras dari Ernny, tawa pun melebur menjadi satu dan mengembalikan kehangatan persobatan dudul ala kita.
            Sejak saat itu aku nggak mau dikenal-kenalin lagi. Kopi darat macam apa waktu sama Maikel itu. Aku kapok se-kapok-kapok-nya! Pertama dan terakhir. Malah semakin menyadari kalau aku benar tenggelam oleh si I yang sudah tak berkabar. Meringkuk dalam balutan rindu yang melebur dengan kelenjar hasil proses lakrimasi. Menangis.
            
bersambung...


#Cerpen ini pernah diikutkan dalam Lomba Menulis Cerpen Faber Castell (2012)

1 komentar:

  1. Dapatkan Promo - Promo menarik dari club36bet.com Seperti BONUS NEW MEMBER - ROLLINGAN - REFFERAL
    Dan Masih Banyak Lagi.
    Rasakan Kemenangan Bermain Casino,agen togel,Bola,Batu Goncang,Slot,Sabung Ayam,Poker dan Domino yang
    MUDAH tanpa ROBOT didalam nya dan Dapatkan JACKPOT bersama club36bet.com

    Tunggu apa lagi Guys ^^

    *** Bonus ***
    - Bonus New Member 100%
    - Bonus 10% untuk senmua permainan
    - Bonus Refferal 2%
    - Bonus Rollingan Casino 0,8
    - Proses Deposit / Withdraw Yang Cepat
    - Dijamin Tidak Ada Robot Di Dalamnya 1000% Player VS Player
    - Pelayanan Dari Customer Service yang cantik,baik,sopan,ramah dan Online 24 jam ^^

    *Untuk info lebih lanjut silakan hubungi kami hanya di :

    Situs resmi kami:
    club36bet.com

    BM: D8C8DB2F
    Whatsapp: +6282246921168
    Line: club36bet
    WeChat: CLUB36BET

    *Support bank Kami :
    - [ CIMB ]
    - [ BCA ]
    - [ MANDIRI ]
    - [ BNI ]
    - [ DANAMON ]
    - [ BRI ]
    Mari bergabung bersama kami,club36bet.com agen togel online Terpercaya
    dan Rasakan Sensasi Kemenangan Serta Bonus~Bonus Kejutan Lainnya.

    BalasHapus