dimana X dan Y adalah koordinat spasial...

Kamis, 14 April 2011

Awas Ulat Bulu....!!!!!

Awalnya berita ulat bulu ini santer di Probolinggo Jawa Timur dan Bali, tapi menurut koran baru kini ulat bulu mulai mewabah ke tiga desa di Kabupaten Sleman, DIY. Banyak yang tidak mengetahui bagaimana asal mula adanya ulat bulu itu, tiba-tiba sudah merambat ke pohon dan tembok rumah.

Wabah ini kian meluas ke berbagai daerah seperti di dua kecamatan di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, yaitu Kecamatan Muntilan dan Kecamatan Ngluwar. Di daerah Probolinggo menyatakan bahwa tak hanya ribuan, namun juga jutaan ulat bulu yang membuat gatal bergelantungan di pepohonan, dan terancam masuk ke rumah-rumah warga (vivanews).
Belum dipastikan bagaimana awal terjadinya fenomena ulat bulu ini, namun hal ini sangat meresahkan warga Indonesia khususunya mereka yang daerahnya sudah terjamah ulat bulu tersebut. Banyak warga tidurnya tidak tenang. Jelas saja, ulat itu merambat kemana-mana mulai dari pohon, masuk ke rumah-rumah, ke tembok, ke atap rumah, dan hal itu membuat para warga mrinding, ngeri dan takut.
Menurut vivanews, untuk menanggulangi wabah itu ada ribuan batang pohon yang harus dipangkas. Diantaranya, sebanyak 2.067 pohon di Kecamatan Leces, 3.464 pohon di Kecamatan Tegal Siwalan, 1.640 pohon di Kecamatan Bantaran dan 770 pohon di Kecamatan  Sumberasih. Ternyata perubahan iklim juga bisa mempengaruhi populasi ulat bulu, karena temperatur yang meningkat dapat mempercepat siklus hidup ulat.
Sebaiknya kita semua waspada dan berperan aktif. Mungkin jika ada indikasi wabah ulat bulu, segera melapor kepada pihak yang berwenang ( seperti misalnya Dinas Pertanian ). Karena wabah ini akan menyebar dengan cepat bersama dengan angin yang membawa bulu dari ulat-ulat tersebut.

2 komentar:

  1. hiiiiiiiiii.......serem.katanya ulat bulu suda sampe sukoharjo.mikun blg sampe sleman???jadi gmn donk???bagaimana sekarang kt harus menindakinnya???

    BalasHapus
  2. sebaiknya melapor ke dinas pertanian, tp nek ra ndang gage yo selak nyebar...sampai sekarang belum tahu bagaimana pencegahan dan tindakan apa yang harus dilakukan karena fenomena ini baru terjadi sekarang...

    BalasHapus