Langsung ke konten utama

kakiku, kakimu, kaki kita

     Apa yang kita pakai di kaki?? Tentunya sendal atau sepatu... Tapi bisa juga yang lain, theklek misalnya. Oiya, theklek adalah alas kaki tradisional Jawa yang terbuat dari kayu, sekarang sih sudah jarang digunakan. Bahkan mungkin kita sudah tidak menemukannya lagi. Sayang sekali...
     Apapun yang kita pakai sebagai alas kaki entah sendal, sepatu, atau yang lainnya pasti berpasangan. Seperti ini... Aku kiri, engkau kanan... Aku di depan, engkau di belakang... Engkau mendahuluiku, aku tertinggal... Haha...
     Waktu iseng-iseng aku juga sempat mengambil gambar 4 pasang kaki yang sedang memakai sendal. Dari situ terbesit bahwa sendal walaupun sendal jepit, ternyata sangat berjasa.  Bayangkan saja bila tanpa sendal, kaki kita kotor, sakit bila berjalan di bebatuan, menginjak sesuatu yang tak lain tak bukan mungkin kotoran. Hiii...
     Jangan lupa gunakan alas kaki ketika hendak bepergian untuk menjaga dan melindungi kaki kita. Juga jangan lupa mencuci kaki setelah bepergian supaya tidak menimbulkan bau yang tidak sedap. Kaki sangat dekat dengan kuman dan kotoran, jadi peliharalah kaki kita sebaik dan se-vip mungkin untuk menjaga kesehatan kita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

AWARD part EIGHT

Award again!!! hihi.. This is my next AWARD from Blogger Kudu ... Makasiihh :) Jampi-jampi Award The Seven Shadow yaituuu......... Ceritakan sedikit tentang siapa yang memberimu Award. Award ini tanpa batas karena berbentuk estafet. Yang menerima diharapkan membagikan kepada 7 teman blogger terbaiknya. Berikan ucapan terima kasih pada si pemberi award.     Yak!! Yang ngasih award ini itu Blogger Kudu , untuk lebih jelasnya langsung aja meluncur ke blogger kudu.. Punya 39 Followers dan isi blognya antara lain puisi, berita, religi dan lain-lain seperti di bawah.

Sebening Hati Dewi

Nice!!! Buku ke dua yang memuat cerpenku  Seneng banget rasanya..hihi.. Judul: Sebening Hati Dewi Penulis: Syifa Enwa , Aisyah Lsety, Sunu RH, dkk Penerbit: PBGR Publisher Dicetak via Nulisbuku.com Harga: Rp.40.000; (free ongkir Indonesia) Kalau ada yang minat, bisa hubungi aku.. Setelah cerpen pertamaku "Bahasa Cinta" berhasil dibukukan (cek di sini) , sekarang giliran cerpen "Bintang Damon" yang juga berhasil dibukukan di kumcer Sebening Hati Dewi ini.. Aaa, senangnya... Awalan sebagai batu pijakan yang bagus untuk meraih cita-cita menjadi seorang penulis..ahihihi... Mohon dukungannya ya teman-teman semua... Walaupun masih penerbit indie ( belum di jual di toko buku nasional ) dan pembeliannya secara online, tapi rasanya seneng bangett... Paling nggak bisa jadi bukti kalau cita-citaku sebagai penulis nggak main-main..

KODOK dan IKAN

Sebetulnya kemarin adalah hari pertama ngampus di semester 5, cuma masih kosong karena ada kuliah umum. Hari ini lah hari pertama di kelas dengan mata kuliah SISTEM INFORMASI MANAJEMEN. Hmmm... pak dosen bercerita tentang persahabatan seekor katak dan ikan yang diberi judul FISH IS FISH.. Kalian pernah dengar??? Jadi begini ceritanyaaa..... Awalnya, persahabatan ini dimulai ketika katak belum dewasa dan masih disebut kebongce KECEBONG. Ikan dan kecebong berdua kemana-mana hingga terjadi percakapan singkat antara kodok dan ikan : KODOK : "Kan ikaannn, sini deh tak kasih tahuu..." IKAN      : "Apa, dok??" (nggak gitu-gitu banget sih percakapan sebenarnya) KODOK : "Kalau nanti aku dewasa, aku akan jadi kodok dan hidup di darat. Aku akan meninggalkanmu.." Bagai di sambar petir, sang IKAN terkejut kalau kodok akan meninggalkannya. Maka ikan pun menangis dan mereka berpelukan (bisa membayangkan kecebong dan ikan berpelukan??) Hingga suatu saat sang kec...